GO LOMBA: 100 TAHUN KEBANGKITAN NASIONAL
Tanggapan
-
sekarang bukan saatnya lagi kita hanya mempelajari sejarah mengenai kebangkitan nasional, tetapi kita mesti mengaplikasikannya pada kehidupan kita, terutama sekarang, dimana jaman serba sulit, dan zaman di mana pengaruh asing mudah masuk. kita harus mempertebal rasa nasionalisme agar kita dapat tetap survive dengan keadaan ini, dan tidak tergoda untuk melakukan hal-hal negatif yang dapat merugikan bangsa kita, yaitu bangsa Inddonesia.
Oleh: juwita sari on Juni 27, 2008
at 3:48 am -
yang paling penting dalam memeperingati hari kebangkitan nasional adalah bagaimana cara kita mengisi hari-hari setelah proklamasi kemerdekaan.
Oleh: zulhajiah on Juni 28, 2008
at 5:18 am -
ah nech ghasan apa bebingung-bingung memikirakan kebangkitan nasional…yang penting kebangkitan dari diri masing-masing jua…
Oleh: rumadi on Oktober 20, 2008
at 10:05 am
May 29th, 2008 at 7:57 am
EMBRIO KEBANGKITAN NASIONAL PERINGATAN I00 TAHUN KEBANGKITAN NASIONAL
Abad ke-20 merupakan masa nasionalisme bagi bangsa Indonesia. Nasionalisme ini di mana kesetiaan tertinggi diserahkan kepada negara dan bangsa. Pada awal abad ke-20, lahir suatu pergerakan dan perjuangan nasional. Perlu kita bedakan antara perjuangan dan pergerakan. Menurut bung Karno, perjuangan merupakan usaha atau upaya mencapai cita-cita bangsa. Sedangkan pergerakan adalah merupakan usaha atau upaya mencapai kemerdekaan. Dari sini bisa kita ambil kesimpulan bahwa pergerakan nasional berakhir setelah reformasi, sedangkan perjuangan sampai sekarang belum berakhir karena cita-cita bangsa sampai sekarang belum tercapai yakni, keamanan, ketentraman, kedamaian. Pergerakan nasionalisme muncul sejak berdirinya Budi Utomo tahun 1908. Namun, pergerakan ini belum nasionalisme, bisa kita katakan pra pergerakan nasional. Pergerakan nasionalisme yang sebenarnya sejak tahun 1927 oleh PNI. Tahun 1908-1926 masih dianggap pra pergerakan nasional. Hal ini karena pergerakan tersebut masih bersifat radikal tidak menyeluruh atau mencakup seluruh bangsa Indonesia. Kita lihat dari organisasi Budi Utomo terlebih dahulu. Sifat dari organisasi Budi Utomo masih terbatas hanya untuk golongan intelektual dan belum ke daerah-daerah. Kenapa Budi Utomo merupakan embrio nasionalisme? Sebabnya Budi Utomo merupakan organisasi yang jelas, bersifat menyeluruh, ada visi, misi, dan ada tujuannya yakni kemajuan Hindia atau Indonesia. Lain hal dengan organisasi Serikat Islam (SI). Tujuan SI dalah merangkul seluruh lapisan masyarakat pribumi walaupun masih pada batas golongan pribumi islam. Selanjutnya kita lihat dari organisasi Indische Partij, di mana prinsip perjuangannya adalah untuk menyatukan watak antara golongan Indo dan orang-orang pribumi untuk melawan pemerintahan Hindia Belanda atau kesatuan aksi melawan kolonial. Bagaimana PNI (Partai Nasional Indonesia) yang berdiri tahun 1927 bisa dikatakan pergerakan nasional Indonesia yang sebenarnya! Karena PNI tujuannya sudah jelas yakni mencapai Indonesia Merdeka yang berasaskan di atas kaki sendiri, non kooperasi, merhenisme. Ketua PNI dalah Ir. Soekarno. Masalah kapan peringatan kebangkitan nasional tidak penting. Yang terpenting sekarang bagaimana kita sebagai bangsa Indonesia untuk mengisi “100 tahun kebangkitan nasional” dengan seabaik-baiknya dan semangat baru untuk bangkit dari keterpurukkan bangsa dan dapat memperbaiki kondisi bangsa kita sekarang ini.