Oleh: minifebrianti | Juni 26, 2008

ANTROPOLOGI: MAHASISWA MENULIS BUKU

  1. By Mini Febrianti on Apr 30, 2008 | Reply

    INOVASI
    Beberapa pengertian inovasi dalam berbagai versi
    inovasi kadang pula diartikan sebagai penemuan, namun berbeda maknanya dengan penemuan dalam arti discovery atau invention (invensi). Discovery mempunyai makna penemuan sesuatu yang sebenarnya sesuatu itu telah ada sebelumnya, tetapi belum diketahui. sedangkan invensi adalah penemuan yang benar-benar baru sebagai hasil kegiatan manusia. Prof. Dr. Anna Poejiadi (2001) memberikan penjelasan: secara harfiah to discovery berarti membuka tutup. Artinya sebelum dibuka tutupnya, sesuatu yang ada di dalamnya belum diketahui orang. Amabile et al. (1996) mendefinisikan inovasi yang hubungannya dengan kreativitas. Inovasi atau inovation berasal dari kata to innovate yang mempunyai arti membuat perubahan atau memperkenalkan sesuatu yang baru. Lain lagi dengan Schumpeter pada tahun 1934. Ia mendefinisikan inovasi sebagai kreasi dan implementasi “kombinasi baru”. Ada satu pendapat lagi tetapi siapa pencetusnya masih tidak diketahui. Seorang ahli tanpa nama ini mengartikan inovasi sebagai pemikiran cemerlang yang bercirikan hal baru ataupun berupa praktik-praktik tertentu ataupun berupa produk dari suatu hasil olah pikir dan olah teknologi yang diterapkan melalui tahapan tertentu yang dimaksudkan untuk memecahkan persoalan yang timbul dan memperbaiki suatu keadaan tertentu ataupun proses tertentu yang terjadi masyarakat. Inovasi diartikan penemuan dimaknai sebagai sesuatu yang baru bagi seseorang atau kelompok orang baik berupa discovery maupun invensi untuk mencapai tujuan atau untuk memecahkan masalah tertentu. dalam inovasi tercakup discovery dan invensi. kata kunci lainnya dalam pengertian inovasi adalah baru. Santoso S. Hamijoyo dalam Cece Wijaya dkk (1992:6) menjabarkan bahwa kata baru diartikan sebagai apa saja yang belum dipahami, diterima atau dilaksanakan oleh sipenerima pembaharuan, meskipun mungkin bukan baru lagi bagi orang lain. akan tetapi, yang lebih penting dari sifatnya yang baru adalh sifat kualitatif yang berbeda dari sebelumnya. Kualitatif berarti bahwa inovasi itu memungkinkan adanya reorganisasi atau pengaturan kembali dalam bidang yang mendapat inovasi. Kita berada di tengah-tengah samudera inovasi. Karena inovasi mencakup beberapa bidang yakni bidang ekonomi, politik, teknologi, pendidikan, dan masih banyak lagi. Terakhir pengertian inovasi menurut Koentjaraningrat adalah suatu proses pembaharuan dari penggunaan sumber-sumber alam, energi, dan modal pengaturan baru dari tenaga kerja dan penggunaan teknologi baru yang semua akan menyebabkan adanya sistem produksi, dan dibuatnya produk-produk yang baru. Dengan demikian inovasi itu mengenai pembaruan kebudayaan yang khusus mengenai teknologi dan ekonomi. Proses inovasi sangat erat kaitannya dengan penemuan baru dalam teknologi. Suatu penemuan biasanya juga merupakan suatu proses sosial yang panjang yang melalui dua tahap khusus, yaitu discovery dan invention. Suatu discovery adalah suatu penemuan dari suatu unsur kebudayaan yang baru, baik yang berupa suatu alat baru, ide baru yang diciptakan oleh seseorang individu, atau suatu rangkaian dari beberapa individu dalam masyarakat yang bersangutan. Discovery baru menjadi invention apabila masyarakat sudah mengakui, menerima dan menerapkan penemuan baru itu. Sebagai contoh dari inovasi adalah perubahan pandangan dari geosentrisme menjadi heliosentrisme dalam astronomi. Nicolaus Copernicus memerlukan waktu bertahun-tahun guna melakukan pengamatan dan perhitungan untuk menyatakan bahwa bumi berputar pada porosnya, bahwa bulan berputar mengelilingi matahari dan bumi, bahwa planet-planet lain juga berputar mengelilingi matahari. Kesalahan besar yang ia lakukan adalah bahwa ia yakin semua planet termasuk (bumi dan bulan) mengelilingi matahari dalam bentuk lingkaran. Penemuan ini menggugah Tycho Brahe melakukan pengamatan lebih teliti terhadap gerakan planet. Data pengamatan kemudian membuat Johanes Kepler akhirnya mampu merumuskan hukum-hukum gerak planet yang tepat. Penemuan tiga tokoh tersebut merupakan “discovery”. Sedangkan invent yang dalam kamus didefinisikan sebagai penciptaan sesuatu yang baru yang tidak pernah ada sebelumya. contoh invention adalah penemuan Thomas Alva Edison (1847-1931), yaitu penemuan perekam suara elektronik, penyempurnaan mesin telegram yang secara otomatis mencetak huruf mesin, mesin piringan hitam, dan pengembangan bola lampu pijar. Para ahli sarjana menyebutkan faktor-faktor pendorong bagi individu dalam suatu masyarakat untuk memulai dan mengembangkan penemuan-penemuan baru, yakni :
    1. Kesadaran para individu akan kekurangan dalam kebudayaan.
    Di tiap masyarakat banyak individu yang sadar akan kekurangan dalam kebudayaan mereka di antaranya banyak juga yang menerima kekurangan-kekurangan itu tapi ada pula yang merasa tidak puas dengan kekurangan tersebut. Individu yang tidak puas tapi berkesan pasif atau tidak mampu berbuat apa-apa. Berlawanan dengan itu individu yang aktif yang selalu berusaha untuk berbuat sesuatu paling tidak sedikit demi sedikit memperbaiki kekurangan-kekurangan tersebut. Individu yang merasa tidak puas artinya mereka sadar akan kekurangan-kekurangan disekelilingnya. Individu yang merasa tidak puas tapi aktif inilah yang menjadi latar belakang munculnya para pencipta dari penemuan-penemuan baru, baik yang bersifat discovery maupun bersifat invention.
    2. Mutu dari keahlian dalam suatu kebudayaan.
    Seorang ahli (dalam arti luas segala pekerjaan yang mungkin terdapat pada suatu masyarakat) selalu berusaha memperbaiki kekurangan-kekurangan dari hasil karyanya, dan dalam proses perbaikan itu akan tercapai hasil yang sebelumnya tidak pernah dicapai oleh ahli lain. Itu yang akan memunculkan suatu inovasi dan penemuan baru.
    3. Sistem perangsang bagi aktifitas pencipta dengan masyarakat.
    Adanya iming-iming sesuatu yang akan didapat yang tentunya yang akan mengangkat derajad, harkat, dan martabat orang yang menciptakan penemuan-penemuan baru berupa materil (harta benda) maupun immateril (penghormatan dari umum/masyarakat, kedudukan yang tinggi dll).
    Kecepatan proses penerimaan suatu inovasi yang disebarkan kepada masyarakat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni :
    1.Sifat inovasi.
    Beberapa sifat dari inovasi yang berpengaruh terhadap proses penerimaan suatu inovasi adalah
    a. Tingkat keuntungan relatif dari inovasi tersebut. Semakin tinggi tingkat keuntungan relatif semakin cepat pula teknologi tersebut diterima oleh masyarakat.
    b. Tingkat kesesuaian dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. Semakin tinggi tingkat kesesuaian dengan nilai-nilai yang ada masyarakat, semakin cepat pula inovasi tersebut diterima.
    c. Tingkat kerumitan dari inovasi ( complexity) dari inovasi yang akan disebarkan. Semakin tinggi tingkat kerumitan dari inovasi, semakin sulit diterima oleh masyarakat.
    d. Tingkat mudah diperagakan (triability) dari inovasi yang akan disebarkan. Semakin tinggi tingkat kemudahan diperagakan dari inovasi yang akan disebarkan, semakin mudah inovasi itu diterima masyarakat.
    e. Tingkat kemudahan dilihat dari hasilnya (observability). Semakin tinggi tingkat observability semakin mudah inovasi tersebut diterima oleh masyarakat.
    2. Saluran komunikasi yang digunakan.
    Kecepatan diterimanya suatu inovasi oleh masyarakat, sangat dipengaruhi pula oleh saluran komunikasi yang digunakan. ada beberapa saluran komunikasi yang dapat dipilih yaitu:
    a. Melalui media massa seperti TV, koran, majalah, dan sebagainya.
    b.Melalui saluran tatap muka (inter personal).
    Pada kondisi masyarakat pedesaan yang ada pada saat ini, penyampaian inovasi pada masyarakat pedesaan melalui media massa rasanya belum efektif, karena jangkauan masyarakat pedesaan pada media massa masih relatif rendah. Oleh karena itu, akan lebih efektif apabila proses penyampaian inovasi pada masyarakat digunakan saluran inter personal. 3. Keadaan masyarakat yang akan menerima inovasi tersebut.
    Kondisi masyarakat yang akan menerima inovasi yang disampaikan ikut berpengaruh terhadap kecepatan diterimanya inovasi tersebut. Secara teoritis masyarakat yang mempunyai ciri modern akan lebih cepat menerima inovasi dibandingkan masyarakat yang berciri tradisional.
    4. Peranan penyuluh.
    Dalam proses penyebaran inovasi pada masyarakat, penyuluh berfungsi sebagai pemrakarsa yang tugas utamanya membawa gagaan-gagasan baru. beberapa peranan yang harus dilakukan penyuluh agar proses penyebaran inovasi dapat berjalan efektif adalah :
    a. Menumbuhkan kebutuhan untuk berubah.
    b. Membangun hubungan untuk perubahan.
    hubungan ini tentunya harus terbina di antara sasaran perubahan (klien) dan penyuluh.
    c. Diagnosa dan penjelasan masalah yang dihadapi klien.
    Gejala-gejala dari masalah yang dihadapi haruslah diketahui dan dirumuskan menjadi masalah bersama sasaran perubahan.
    d. Mencari alternatif pemecahan masalah.
    Selain itu tujuan dari perubahan harus juga ditetapkan dan tekad untuk bertindak harus ditumbuhkan.
    e. Mengorganisasikan dan menggerakkan masyarakat ke arah perubahan.
    f. Perluasan dan pemantapan perubahan.
    g. Memutuskan hubungan antara klien dan penyuluh untuk perubahan itu.
    Hal itu diperlukan untuk mencegah timbulnya sikap ketergantungan masyarakat pada penyuluh.
    5. Jenis pengambilan keputusan.
    Perubahan dapat terjadi apabila terdapat keputusan untuk melakukan perubahan. Berbagai macam keputusan yang diambil dalam proses pembaharuan, pada hakekatnya dikelompokan dalam tiga katagori yaitu :
    a. Keputusan perorangan (individual decision).
    b. Keputusan bersama (collective decision).
    c. Keputusan penguasa (authority decision)
    Apabila ditinjau dari segi kecepatan di dalam proses penerimaan suatu inovasi, maka tipe pengambilan keputusan secara authority akan menduduki yang tercepat, sedangkan pengambilan secara kolektif yang paling lambat. Jadi dari beberapa pendapat tentang inovasi tersebut dapat disimpulkan bahwa inovasi itu adalah memperkenalkan hal yang baru, discovery adalah penemuan sesuatu yang sebenarnya telah ada sebelumnya, dan invention yakni menciptakan sesuatu yang baru yang tidak pernah ada sebelumnya. Segala sesuatu yang baru tidak semuanya dikatakan sebagai sebuah inovasi. Sesuatu dikatakan sebuah inovasi ketika pembaharuan tersebut memiliki kualitas yang lebih baik dan dapat dirasakan manfaatnya bagi individu atau kelompok, meskipun sesatu yang baru itu tidak dikatakan baru oleh seseorang tetapi dirasa baru oleh pihak lain. Dengan adanya inovasi menimbulkan orang termotivasi untuk berpikir kreatif dan menimbulkan keinginan untuk membuat sesuatu yang baru menuju suatu perbaikan. Inovasi dilakukan bukan semata-mata untuk trend atau iseng, namun inovasi dilakukan pastilah memiliki tujuan, dan tujuan tersebut ialah untuk tercapainya suatu perubahan mengarah pada yang lebih baik.


Beri tanggapan

Your response:

Kategori