Oleh: minifebrianti | Juni 18, 2009

No.

Pokok Bahasan 

No. Soal

Kategori Kognitif

 

C1 C2 C3 C4 C5 C6

Jml 

1 

2 

3 

4 

5 

1 

Proklamasi Indonesia dan Upaya Menegakkan Kedaulatan

(Peristiwa Rengasdengklok) 

01

02

03

04

05

06

07

08

09

10 

– – V – – -

– V – – – -

V – – – – -

V – – – – -

– V – – – -

– – V – -

- – – – V -

– – – V – -

- – – – – V

– – – V – - 

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1 

     

2 2 2 2 1 1 

10 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Evaluasi Pembelajaran

1.Buatlah satu instrument penilaian pembelajaran berdasarkan kisi-kisi yang dibangun bersandar kurikulun dengan sepuluh soal!

2.Lakukan uji validitas dan reliabilitas
***Postingan di blog masing-masing paling lambat … Kamis, 18 Juni 2009 dan hard copy diserahkan paling lambat diserahkan, Sabtu, 20 Juni 2009.

Standar Kompetensi : Memahami Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan RI

Kompetensi Dasar        : Memahami Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Indikator            : Siswa dapat menjelaskan peristiwa Rangesdengklok.

Siswa
dapat menjelaskan
makna Proklamasi Kemerdekaan RI.

Alokasi Waktu        : 2 x 45 menit (1 x Pertemuan)

Kelas                : XI / II

 

  1. Selesai rapat, golongan muda menemui Soekarno-Hatta dengan maksud untuk menyatakan kemauan golongan muda. Golongan yang diutus untuk menemui Soekarno-Hatta sesuai Urutan yang benar adalah…….
    1. Sukarni dan Darwis.
    2. Chaerul Saleh dan Wikana.
    3. Syudanco Singgih dan Wikana.
    4. Darwis dan Wikana.
    5. Sukarni dan Chaerul Saleh.

 

  1. Soekarno-Hatta bersikap keras untuk membicarakan pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan di dalam rapat PPKI. Sikap ini tidak dapat diterima oleh golongan muda, karena…….
    1. PPKI diketuai oleh orang Jepang.
    2. PPKI adalah badan buatan Jepang.
    3. PPKI terlalu lamban dalam mengambil tindakan.
    4. Golongan muda tidak mnegakui keberadaan PPKI.
    5. Anggota BPUPKI kebanyakan adalah orang-orang Jepang.

 

  1. Peristiwa Rengasdenklok mengawali adanya…….
  2. Penyerahan pasukan Jepang kepada Sekutu.
  3. Sidang Komite Nasional Indonesia Pusat.
  4. Pelaksanaan Konferensi Meja Bundar.
  5. Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.
  6. Sidang BPUPKI.

 

  1. Di samping pekik perjuangan “Merdeka”, juga dikumandangkan semboyan “sekali merdeka tetap merdeka”. Hal ini meunjukkan…….
    1. Tekad untuk tetap merdeka selama-lamanya.
    2. Tekad untuk terus berjuang.
    3. Keberhasilan perjuangan bangsa Indonesia meraih kemerdekaan.
    4. Tekad untuk mempertahankan kemerdekaan jika perlu dengan nyawa sebagai taruhannya.
    5. Kegembiraan yang luar biasa atas perjuangan bangsa Indonesia.

    5) Makna rumusan terakhir dari naskah proklamasi kemerdekaan merupakan pernyataan………

  2. Hak menentukan nasib sendiri.
  3. Pengalihan kekuasaan,
  4. Tekad bangsa Indonesia untuk merdeka dan berdaulat.
  5. Kemauan untuk melaksanakan pembangunan yang adil dan merata.
  6. Ikhtiar bangsa Indonesia untuk memperoleh jati diri.

 

6) Setelah semua persiapan selesai, maka acara puncak adalah pernyataan proklamasi. Untuk melaksanakannya telah disusun urutan acara, adapun urutan ketiga adalah……

  1. Pembacaan teks proklamasi.
  2. Pengibaran bendera Merah Putih.
  3. Sambutan Walikota Suwiryo.
  4. Hening cipta.
  5. Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

 

7) Apa hubungan peristiwa Rengasdengklok dengan proklamasi

Kemerdekaan……

  1. Karena adanya perbedaan pendapat maka terjadilah peristiwa

    proklamasi kemerdekaan Indonesia.

  2. Karena adanya golongan tua dan muda maka terjadilah peristiwa

    proklamasi kemerdekaan.

  3. Karena kekalahan Jepang terhadap sekutu maka terjadilah peristiwa

    proklamasi kemerdekaan.

  4. Karena desakan kaum muda terhadap kaum tua maka terjadilah

    peristiwa proklamasi kemerdekaan.

  5. Karena kedudukan Jepang di Indonesia melemah maka terjadilah

    peristiwa proklamasi kemerdekaan.

 

  1. Apa latar belakang tujuan golongan pemuda menculik Bung Karno dan

Hatta…..

  1. Untuk menjauhkan Soekarno-Hatta dari pengaruh Jepang yang masih

    mempertahankan Indonesia.

  2. Untuk mengancam Soekarno-Hatta untuk segera memproklamasikan

    kemerdekaan.

  3. Untuk menjauhkan Soekarno dari golongan Tua.
  4. Untuk mempercepat dilaksanakannya proklamasi kemerdekaan.
  5. Untuk mempercepat Indonesia bebas dari penjajahan Jepang.

 

  1. Bandingkan sikap golongan Tua dan Muda dalam upaya menegakkan

kedaulatan RI….

  1. Golongan tua bersikap cenderung hati-hati sedangkan golongan muda

    cenderung gegabah.

  2. Golongan tua bersikap menggurui sedangkan golongan Muda bersifat

    terburu-buru.

  3. Golongan Tua bersikap bijaksana sedangkan golongan muda bersikap

    tergesa-gesa.

  4. Golongan tua bersikap hati-hati sedangkan golongan tua bersikap mau

    menang sendiri.

  5. Golongan tua bersikap cenderung waspada sedangkan golongan muda

    bersikap terburu-buru.

 

  1. Apa latar belakang diadakannya pertemuan di rumah Laksamana Maeda untuk

merumuskan teks proklamasi keemerdekaan…….

  1. Tempatnya strategis.
  2. Laksamana Maeda pro terhadap bangsa Indonesia.
  3. Laksamana Maeda kontra terhadap bangsa Indonesia.
  4. Laksamana Maeda orang Jepang.
  5. Laksamana Maeda ditugaskan untuk membantu Indonesia.

 

 

Kunci jawaban :

 

  1.  
  2. d.        
  3. b.
  4. d.
  5. d.
  6. a.
  7. e.
  8. a.
  9. a.
  10. a.
  11. c.

 

 

Perhitungan Validitas  

               

No 

Nama 

X 

Y 

 

1 

Helwida

7

8

 

2 

Wardana

5

6

 

3 

Wardani

7

6 

 

4 

Sultan

8 

9

 

5 

Sinta

7

5

 

6 

Selvia

6 

6

 

7 

Nana

5

7

 

8 

Ikhlas

7

7

 

9 

Wandi

6

7

 

10 

Mega

6

7

 

Jumlah 

64

68

 

                                 

Perhitungan Validitas dan Reliabilitas


 

No. 

Nama 

Skor 

Ganjil 

Genap 

 

 

XY 

1 

2 

3 

4 

5 

6 

7

8 

9 

`10 

1 

Helwida 

1 

1 

1 

1 

1 

1 

1 

0 

0 

1 

4 

4 

16 

16 

16 

2 

Wardana 

1 

1 

1 

1 

1 

0 

0 

0 

0 

1 

3 

3 

9 

9 

9 

3 

Wardani 

1 

1 

1 

0 

1 

1 

0 

0 

1 

0 

4 

2 

16 

4 

8 

4 

Sultan 

1 

1 

1 

1 

1 

1 

1 

0 

1 

1 

5 

4 

25 

16 

20 

5 

Sinta 

1 

1 

1 

0 

1 

1 

0 

0 

0 

0 

3 

2 

9 

4 

6 

6 

Selvia 

1 

0 

1 

1 

1 

1 

0 

1 

0 

0 

3 

3

9 

9 

9 

7 

Nana 

0 

1 

1 

1 

0 

1 

1 

1 

0 

1 

2 

5 

4 

25 

10 

8 

Ikhlas 

1 

1 

1 

1 

1 

0 

0 

1 

1 

0 

4 

3 

16 

9 

12 

9 

Wandi 

1 

0 

1 

1 

1 

0 

1 

0 

1 

1 

5 

2 

25 

4 

10 

10 

Mega 

1 

1 

1 

1 

1 

1 

0 

0 

0 

1 

3 

4 

9 

16 

12 

Jumlah 

36 

32 

138 

112 

112 

 

 

rxy= N∑XY − (∑X) (∑Y)

√ {N∑X² − (∑X)²} {N∑Y² − (∑Y)²}

 

= 10 . 112 − (36) (32)

√{10 . 138 − (36)²} {10 . 112 − (32)²}

 

= 1.120 − 1.152

√{1.380 − 1.296}{1.120 − 1.024}

 

= -32

√(84) . (96)

 

= -32

√ 8.064

 

= -32

89,79

 

= -0,35

 

 

 

r 11 = 2 r ½ . ½ .

     (1+ r ½ . ½ )

 

= 2 x (- 0,35)

(1 + 0,35)

 

= - 0,7

1,35

 

= – 0,5

 

Oleh: minifebrianti | Desember 7, 2008

Kebudayaan Banjar

KEBUDAYAAN BANJAR

SAUNA ALA SPA VERSI TRADISI BATIMUNG

Suatu tradisi bisa dikatakan sebagai sarana untuk meminimalisasikan suatu kebiasaan yang turun-temurun ke arah yang lebih modern. Seperti juga tradisi batimung yang dalam versi tradisionilnya tak kalah dengan sauna ala spa persi modern. Meski sederhana, adat masyarakat Banjar, Kal-Sel ternyata tidak jauh beda denga sauna ala spa di salon. Fungsinya sama yakni sama-sama membuang keringat dari badan, melalui pengasapan di seluruh tubuh. Yang berbeda yakni dari segi tata cara serta peralatan yang digunakan baik yang masih tradisionil maupun yang sudah menggunakan teknologi modern. Duluanya tradisi batimung itu dilaksanakan bagi calon mempelai wanita ataupun pria pada malam sebelum acara pernikahan. Akan tetapi tradisi tersebut sudah mengalami pergeseran dari bukan saja tradisi sebelum malam pernikahan akan tetapi semua orang bisa melakukannya guna berbagai kepentingan atau mengambil manfaat dari batimung tersebut. Selain seluruh tubuh akan menjadi wangi karena campuran rempah-rempah, serta bunga-bungaan yang wangi, batimung juga mempunyai manfaat untuk menyehatkan. Badan akan terasa lebih segar dan pegal-pegal akan berangsur-angsur hilang, organ intimpun mendapat faedahnya. Batimung memakai cara konvensional yang masih menggunakan tungku, sementara cara yang agak modern cukup dengan kompor sementara uap yang dialirkan melalui selang besar yang ditaruh di bawah tubuh. Cara yang lebih modern lagi yakni dengan sauna ala spa di salon. Dari segi kepraktisan memang sauna lebih unggul tapi dari segi biaya juga akan lebih mahal. Siapa yang tidak punya uang tidak bisa spa. Kelebihan batimung sendiri adalah tetap terjaganya nilai-nilai suatu kebersamaan dan rasa kekeluargaan yang akan melekat erat di masyarakat. Apa sebabnya, karena acara batimung dilaksanakan pada malam hari, oleh para wanita dari keluarga orang batimung. Berbeda kalau kita ke salon, tidak ada nilai kebersamaan karena kita mendapat pelayanan dengan membayar . Ada uang tentu baru ada pelayanan. Khasiat dari batimung sangat luar biasa. Satu kali batimung, biasanya aroma wangi itu akan habis dalam dua sampai tiga hari. Proses batimung dilakukan dengan cara badan dibedaki dengan wadak yang terdiri dari (mangir wangi terbuat dari beras kencur ditambah dengan bahan alami lainnya yang mengandung wangi-wangian), sampai bersih dan harum sehingga segala kotoran yang melekat ditubuh hilang. Membedaki dilakukan oleh para wanita yang ditugaskan. Setelah selesai di wadak calon pengantin disuruh duduk di atas sebuah bangku yang rendah disebut dedampar, kemudian segala pakaian yang melekat menanggalkan diganti dengan tikar purun serta selimut tebal beberapa lapis sampai menutupi ke atas kepala kecuali muka dan hidung. Selesai diselimuti, barulah ramuan mendidih yang terdiri dari rebusan pudak atau pandan wangi, tamu giring, limau purut, kulit bawang merah, santan, kayu manis, menyan, daun sop, pucuk banti, mang soe sebangsa akar, bunga akar, biasanya ditambah dengan daun serai wangi, kunyit, tamulawak, lengkuas, serta bunga mawar, kenanga, cempaka dan melati. Semua bahan tersebut dipotong kecil-kecil lantas direbus dalam kuali tanah atau panci. Tutupnya dijaga agar asapnya tidak keluar. Setelah ramuan tadi mendidih lalu diletakkan di bawah dadampar. Tutup kuali dibuka perlahan-lahan sehingga uap harum bisa keluar dan membasahi seluruh tubuh. Dilihat dari prosesnya batimung masih sangat tradisionil dibandingkan sauna di salon-salon besar. Akan tetapi dari segi kuantitas serta kualitasnya dari batimung tidak kalah dengan sauna ala spa di salon. Nilai tradisi dari batimung lah yang menjadi pokok yang perlu dipertahankan dan dilestarikan khususnya bagi masyarakat banjar. Apalagi di era yang makin canggih ini jangan sampai menenggelamkan adat batimung dengan sauna yang lebih modern dan menghilangkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Oleh: minifebrianti | Desember 7, 2008

KEBUDAYAAN BANJAR

SAUNA ALA SPA VERSI TRADISI BATIMUNG

Suatu tradisi bisa dikatakan sebagai sarana untuk meminimalisasikan suatu kebiasaan yang turun-temurun ke arah yang lebih modern. Seperti juga tradisi batimung yang dalam versi tradisionilnya tak kalah dengan sauna ala spa persi modern. Meski sederhana, adat masyarakat Banjar, Kal-Sel ternyata tidak jauh beda denga sauna ala spa di salon. Fungsinya sama yakni sama-sama membuang keringat dari badan, melalui pengasapan di seluruh tubuh. Yang berbeda yakni dari segi tata cara serta peralatan yang digunakan baik yang masih tradisionil maupun yang sudah menggunakan teknologi modern. Duluanya tradisi batimung itu dilaksanakan bagi calon mempelai wanita ataupun pria pada malam sebelum acara pernikahan. Akan tetapi tradisi tersebut sudah mengalami pergeseran dari bukan saja tradisi sebelum malam pernikahan akan tetapi semua orang bisa melakukannya guna berbagai kepentingan atau mengambil manfaat dari batimung tersebut. Selain seluruh tubuh akan menjadi wangi karena campuran rempah-rempah, serta bunga-bungaan yang wangi, batimung juga mempunyai manfaat untuk menyehatkan. Badan akan terasa lebih segar dan pegal-pegal akan berangsur-angsur hilang, organ intimpun mendapat faedahnya. Batimung memakai cara konvensional yang masih menggunakan tungku, sementara cara yang agak modern cukup dengan kompor sementara uap yang dialirkan melalui selang besar yang ditaruh di bawah tubuh. Cara yang lebih modern lagi yakni dengan sauna ala spa di salon. Dari segi kepraktisan memang sauna lebih unggul tapi dari segi biaya juga akan lebih mahal. Siapa yang tidak punya uang tidak bisa spa. Kelebihan batimung sendiri adalah tetap terjaganya nilai-nilai suatu kebersamaan dan rasa kekeluargaan yang akan melekat erat di masyarakat. Apa sebabnya, karena acara batimung dilaksanakan pada malam hari, oleh para wanita dari keluarga orang batimung. Berbeda kalau kita ke salon, tidak ada nilai kebersamaan karena kita mendapat pelayanan dengan membayar . Ada uang tentu baru ada pelayanan. Khasiat dari batimung sangat luar biasa. Satu kali batimung, biasanya aroma wangi itu akan habis dalam dua sampai tiga hari. Proses batimung dilakukan dengan cara badan dibedaki dengan wadak yang terdiri dari (mangir wangi terbuat dari beras kencur ditambah dengan bahan alami lainnya yang mengandung wangi-wangian), sampai bersih dan harum sehingga segala kotoran yang melekat ditubuh hilang. Membedaki dilakukan oleh para wanita yang ditugaskan. Setelah selesai di wadak calon pengantin disuruh duduk di atas sebuah bangku yang rendah disebut dedampar, kemudian segala pakaian yang melekat menanggalkan diganti dengan tikar purun serta selimut tebal beberapa lapis sampai menutupi ke atas kepala kecuali muka dan hidung. Selesai diselimuti, barulah ramuan mendidih yang terdiri dari rebusan pudak atau pandan wangi, tamu giring, limau purut, kulit bawang merah, santan, kayu manis, menyan, daun sop, pucuk banti, mang soe sebangsa akar, bunga akar, biasanya ditambah dengan daun serai wangi, kunyit, tamulawak, lengkuas, serta bunga mawar, kenanga, cempaka dan melati. Semua bahan tersebut dipotong kecil-kecil lantas direbus dalam kuali tanah atau panci. Tutupnya dijaga agar asapnya tidak keluar. Setelah ramuan tadi mendidih lalu diletakkan di bawah dadampar. Tutup kuali dibuka perlahan-lahan sehingga uap harum bisa keluar dan membasahi seluruh tubuh. Dilihat dari prosesnya batimung masih sangat tradisionil dibandingkan sauna di salon-salon besar. Akan tetapi dari segi kuantitas serta kualitasnya dari batimung tidak kalah dengan sauna ala spa di salon. Nilai tradisi dari batimung lah yang menjadi pokok yang perlu dipertahankan dan dilestarikan khususnya bagi masyarakat banjar. Apalagi di era yang makin canggih ini jangan sampai menenggelamkan adat batimung dengan sauna yang lebih modern dan menghilangkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Oleh: minifebrianti | Juni 26, 2008

MAHASISWA MENULIS

  1. By Mini Febrianti on Jun 26, 2008 | Reply

    Motivasi untuk menulis yang sebenarnya kami perlukan untuk memulai belajar menulis.Dapat menulis apabila mempunyai keinginan untuk menulis.Tidak percaya diri dan takut salah bukan itu saja dengan menulis kita tahu dan orang lain pun tahu seberapa besar pengetahuan dan tingkat kebodohan kita. Ini yang selama ini menjadi kendala untuk menulis. Teringat kata bapak bahwa menulis yang benar bagi pemula seperti kami bukan menjiplak tetapi memahami referensi buku yang mau ditulis dan dituangkan dengan bahasa sendiri dan pemahaman sendiri.Sekarang kendala untuk menulis tidak ada lagi apabila salah saya yakin itu adalah proses belajar mengetahui apa yang benar. Untuk itu terima kasih sebelum dan sesudahnya. Menulis mudah kalau kita punya keinginan untuk menulis dan melaksanakan apa yang menjadi keinginan tersebut.

Oleh: minifebrianti | Juni 26, 2008

GO LOMBA: 100 TAHUN KEBANGKITAN NASIONAL

  1. EMBRIO KEBANGKITAN NASIONAL PERINGATAN I00 TAHUN KEBANGKITAN NASIONAL

    Abad ke-20 merupakan masa nasionalisme bagi bangsa Indonesia. Nasionalisme ini di mana kesetiaan tertinggi diserahkan kepada negara dan bangsa. Pada awal abad ke-20, lahir suatu pergerakan dan perjuangan nasional. Perlu kita bedakan antara perjuangan dan pergerakan. Menurut bung Karno, perjuangan merupakan usaha atau upaya mencapai cita-cita bangsa. Sedangkan pergerakan adalah merupakan usaha atau upaya mencapai kemerdekaan. Dari sini bisa kita ambil kesimpulan bahwa pergerakan nasional berakhir setelah reformasi, sedangkan perjuangan sampai sekarang belum berakhir karena cita-cita bangsa sampai sekarang belum tercapai yakni, keamanan, ketentraman, kedamaian. Pergerakan nasionalisme muncul sejak berdirinya Budi Utomo tahun 1908. Namun, pergerakan ini belum nasionalisme, bisa kita katakan pra pergerakan nasional. Pergerakan nasionalisme yang sebenarnya sejak tahun 1927 oleh PNI. Tahun 1908-1926 masih dianggap pra pergerakan nasional. Hal ini karena pergerakan tersebut masih bersifat radikal tidak menyeluruh atau mencakup seluruh bangsa Indonesia. Kita lihat dari organisasi Budi Utomo terlebih dahulu. Sifat dari organisasi Budi Utomo masih terbatas hanya untuk golongan intelektual dan belum ke daerah-daerah. Kenapa Budi Utomo merupakan embrio nasionalisme? Sebabnya Budi Utomo merupakan organisasi yang jelas, bersifat menyeluruh, ada visi, misi, dan ada tujuannya yakni kemajuan Hindia atau Indonesia. Lain hal dengan organisasi Serikat Islam (SI). Tujuan SI dalah merangkul seluruh lapisan masyarakat pribumi walaupun masih pada batas golongan pribumi islam. Selanjutnya kita lihat dari organisasi Indische Partij, di mana prinsip perjuangannya adalah untuk menyatukan watak antara golongan Indo dan orang-orang pribumi untuk melawan pemerintahan Hindia Belanda atau kesatuan aksi melawan kolonial. Bagaimana PNI (Partai Nasional Indonesia) yang berdiri tahun 1927 bisa dikatakan pergerakan nasional Indonesia yang sebenarnya! Karena PNI tujuannya sudah jelas yakni mencapai Indonesia Merdeka yang berasaskan di atas kaki sendiri, non kooperasi, merhenisme. Ketua PNI dalah Ir. Soekarno. Masalah kapan peringatan kebangkitan nasional tidak penting. Yang terpenting sekarang bagaimana kita sebagai bangsa Indonesia untuk mengisi “100 tahun kebangkitan nasional” dengan seabaik-baiknya dan semangat baru untuk bangkit dari keterpurukkan bangsa dan dapat memperbaiki kondisi bangsa kita sekarang ini.

Oleh: minifebrianti | Juni 26, 2008

TANTANGAN BUAT MAHASISWA

  1. By mini febrianti on May 18, 2008 | Reply

    PERILAKU MAHASISWA FKIP UNLAM DALAM RUANG KULIAH, PEGAULAN SEHARI-HARI, DAN DALAM LINGKUNGAN KAMPUS.

    Setiap mahasiswa FKIP UNLAM dituntut mempunyai kesadaranakan hubungan dengan Tuhannya, sebagai makhluk Tuhan yang bermoral dan berakal, setiap mahasiswa harus berprilaku yang berbeda dengan makhluk Ciptaan Tuhan lainnya. Mahasiswa FKIP pada khususnya merupakan mitra dosen dalam menjunjung tinggi dan menjaga norma dan etika pergaulan. Adapun prilaku mahasiswa di dalam ruang kuliah adalah :
    1.Tidak terlambat datang ke dalam ruang kuliah, dan harus mengikuti sampai selesai.
    2.Tidak melakukan sesuatu yang dapat mengganggu ketertiban, ketentraman, keamanan dan ketenangan ruang kuliah.
    3.Tidak melakukan sesuatu yang dapat merusak kebersihan dan keindahan ruang kuliah.
    4.Membantu menyiapakan sarana perkuliahan (mikrofon, OHP, papan tulis yang bersih, kapur tulis, spidol dan lain-lain).
    5.Mendengarkan dan memperhatikan dengan seksama uraian yang disampaikan dosen.
    6.Harus bertanya mengenai materi kuliah yang belum dimengerti dengan baik.
    7.Mengerjakan tugas-tugas yang diberikan dosen, dan mengumulnya dengan tepat waktu.
    8.Tidak keluar ruangan sebelum minta izin kepada dosen yang mengajar. Dan masih banyak lagi.

    Dalam pergaulan sehari-hari mahasiswa FKIP tidak membedakan antara teman satu dengan yang lain, mereka diajarkan luwes dalam pergaulan, hangat dan tidak dibenarkan acuh tak acuh dalam pergaulan. Saling tolong menolong dalam lingkup kegiatan positif dan tahu cara berterima kasih terhadap orang yang memberikan pertolongan. Sebagai makhluk Tuhan mahasiswa dianjurkan sesuai dengan aturan yang berlaku di FKIP untuk tidak sombong, angkuh dan takabur. Hendaknya selalu bersikap ramah tamah dan menghormati orang lain apalagi kalau ada teman yang berpapasan hendaknya saling menegur agar suasana persahabatan dan kebersamaan di kampus FKIP tetap terjaga dengan baik.
    Lingkungan hidup adalah kesatuan orang dengan semua benda, keadaan dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya. Setiap mahasiswa pada umumya dan mahasiswa FKIP pada khususnya menyadari bahwa hanya dalam lingkungan hidup baik manusia dapat berkembang secara maksimal dan hanya dengan manusia yang baik lingkungan hidup dapat berkembang ke arah optimal. Atas dasar itu mahasiswa FKIP mempunyai kepedulian dan perhatian terhadap masalah-masalah lingkungan hidup, dan dapat mengaktualisasi dirinya untuk mencegah hal-hal yang dapat merusak lingkungan hidup terutama merasa bertanggung jawab atas kebersihan dan keindahan kampus dan sekitarnya. Untuk itu perilaku mahasiswa untuk mencegahnya dengan cara tidak membuang sampah sembarangan yang berakibat merusak keindahan kampus, dengan norma yang mengatur mahasiswa tidak melakukan perjudian, minuman keras, prostitusi. Maraknya pengedar dan pemakai narkoba yang rentan sekali dialami oleh para mahasiswa dan pelajar belum lagi pergaulan bebas yang kerap kali ada di lingkungan pergaulan mahasiswa. Dengan itu mahasiswa diharapkan mematuhi peraturan yang ada di kampus dengan berprilaku sesuai dengan aturan yang berlaku dan membentengi diri dengan norma dan nilai yang baik dalam perilaku atau sikap dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan kampus, lingkungan pergaulan di luar kampus maupun di lingkungan keluarga.

Oleh: minifebrianti | Juni 26, 2008

MENULIS MANUSIA PURBAKALA

  1. By Mini Febrianti on Jun 9, 2008 | Reply

    Manusia yang masih menggantungkan dirinya dengan alam atau food gathering tak ubahnya kita termasuk ke dalam katagori masyarakat prasejarah atau primitif. Manusia memasuki zaman sejaraah ditandai dengan manusia itu mengenal tulisan. Tulisan yang pertama kali ditemukan adalah prasasti kutai yang terletak di tepi sungai Mahakam, Kabupaten Mahakam Kutai, Kalimantan Timur. Prasasti itu memakai bahasa sanskerta dan huruf pallawa menunjukkan bahwa telah terdapat golongan sosial masyarakat yang menguasai bahasa dan tulisan tersebut. Dari embrio Kutai lah mulai berkembang tulis menulis. Kita yang hidup di zaman serba modern, perihal tulis menulis ini tentunya sejak zaman sejarah sampai sekarang terus mengalami perkembangan karena di zaman modern ini kita yang telah mengenyam pendidikan sudah banyak yang bisa baca tulis berbeda dengan zaman sejarah yang hanya golongan teryentu yang bisa baca tulis. Dengan pengetahuan baca tulis, kita bisa membudayakan membaga dan menulis dalam kehidupan sehari-hari agar kita tidak disebut masyarakat yang masih primitif.

Oleh: minifebrianti | Juni 26, 2008

MENULIS MANUSIA PRASEJARAH

  1. By Mini Febrianti on Jun 9, 2008 | Reply

    Masa prasejarah suatu bangsa dimulai sejak adanya manusia disuatu wilayah dan berakhir ketika manusia itu telah mengenal dan menggunakan tulisan. Masa prasejarah setiap bangsa pada umumnya berbeda-beda dan berlangsung sangat panjang (evolusi). Misalnya, peradaban masyarakat prasejarah Indonesia menurut para ahli purbakala berkembang selama ribuan tahun. Masyarakat prasejarah indonesia hidup ratusan ribu tahun yang lalu. Hal ini didasarkan pada berbagai penemuan yang bersifat teknologis, seperti alat-alat perlengkapan hidup, manusia pendukung, dan hasil-hasil kebudayaan yang berbeda antara satu zaman dengan zaman lainnyawalaupun perbedaan tersebut hanya bersifat evolutif. Kemajuan tingkat peradaban pada setiap zaman prasejrah disesuaikan dengan tingkat kemampuan berfikir masyarakat pendukungnya yang setiap memasuki tingkatan zaman selalu berkembang kemampuan berfikirnya. Begitu juga dengan tingkat kebutuhan akan konsumsi makanan, berangsur-angsur naik dari food gathering ke food producing. Walaupun masyarakat pada zaman prasejarah masih tergantung pada alam tempat dia tinggal. Tentunya kita yang mengaku masyarakat modern juga akan mengalami tingkatan kemampuan berfikir yang lebih canggih dari masyarakat prasejarah. Seandainya kita masih jalan ditempat tanpa mengasah kemampuan berfikir dan tidak menghasilkan apa-apa maka tidak salah kita sendiri masuk ke dalam katagori masyarakat prasejarah.

Oleh: minifebrianti | Juni 26, 2008

ANTROPOLOGI:PROSES BELAJAR KEBUDAYAAN

  1. By mini febrianti on Mar 5, 2008 | Reply

    Kebudayaan tidak akan ada tanpa ada manusia yang membuatnya.Kebudayaan itu sendiri lahir dari awal penciptaan manusia di bumi beserta isinya.
    Manusia dengan akal budinya telah mengembangkan berbagai macam sistem tindakan demi keperluan hidup,sehingga menjadi mahluk berkuasa di muka bumi ini.Namun,berbagai macam sistem tindakan tadi harus dibiasakan olehnya dengan belajar sejak manusia lahir selama seluruh jangka waktu hidupnya sampai kematian menjemput.Karena kemampuan untuk melaksanakan semua sistem tindakan itu tidak terkandung dalam gennya atau tidak dibawa manusia bersamaan dengan kelahirannya.
    Kebudayaan itu sendiri adalah hasil karya akal pemikiran manusia yang dituangkan dalam segala aspek hidupnya berupa sesuatu yang nyata terlihat dan sesuatu yang tidak terlihat tapi sudah menjadi budaya dan ditiru oleh manusia lain.
    Proses belajar kebudayaan sendiri dapat melalui pendekatan internalisasi yang merupakan proses awal sejak individu dilahirkan sampai kemudian hampir meninggal dan itu melalui proses yang panjang.Di dalam ini,proses belajar dimana individu memiliki watak yang dibawa sejak lahir untuk mengembangkan berbagai macam hasrat,nafsu serta emosi dalam pembentukan kepribadiannya.Tinggal individu masing-masing yang melakukan berbagai cara untuk membangkitan dari berbagai macam isi kepribadian tergantung rangsangan dari lingkungan sekitar seperti alam,sosial maupun budaya.Disini akan membentuk individu yang belajar melalui proses internalisasi menjadi milik kepribadian individu.
    Yang kedua proses sosialisasi dengan maksud proses dimana individu dari baru lahir sampai dewasa berusaha menyesuaikan diri atau beradaptasi dalam intern keluarga maupun lingkungan sosial disekitarnya.
    Yang ketiga enkulturasi adalah proses seorang individu mempelajari dan menyesuaikan atas sikap dan prilaku serta tindakan dengan sistem norma yang berlaku di sekitar tempat tnggalnya.
    Kebudayaan tidak akan ada tanpa ada manusia yang menciptakannya.Untuk itu manusia berusaha menggunakan akal pikirannya untuk membuat suatu kebiasaan yang akan dilanjutkan turun temurun dan membudaya sampai sekarang.

Oleh: minifebrianti | Juni 26, 2008

ANTROPOLOGI: MAHASISWA MENULIS BUKU

  1. By Mini Febrianti on Apr 30, 2008 | Reply

    INOVASI
    Beberapa pengertian inovasi dalam berbagai versi
    inovasi kadang pula diartikan sebagai penemuan, namun berbeda maknanya dengan penemuan dalam arti discovery atau invention (invensi). Discovery mempunyai makna penemuan sesuatu yang sebenarnya sesuatu itu telah ada sebelumnya, tetapi belum diketahui. sedangkan invensi adalah penemuan yang benar-benar baru sebagai hasil kegiatan manusia. Prof. Dr. Anna Poejiadi (2001) memberikan penjelasan: secara harfiah to discovery berarti membuka tutup. Artinya sebelum dibuka tutupnya, sesuatu yang ada di dalamnya belum diketahui orang. Amabile et al. (1996) mendefinisikan inovasi yang hubungannya dengan kreativitas. Inovasi atau inovation berasal dari kata to innovate yang mempunyai arti membuat perubahan atau memperkenalkan sesuatu yang baru. Lain lagi dengan Schumpeter pada tahun 1934. Ia mendefinisikan inovasi sebagai kreasi dan implementasi “kombinasi baru”. Ada satu pendapat lagi tetapi siapa pencetusnya masih tidak diketahui. Seorang ahli tanpa nama ini mengartikan inovasi sebagai pemikiran cemerlang yang bercirikan hal baru ataupun berupa praktik-praktik tertentu ataupun berupa produk dari suatu hasil olah pikir dan olah teknologi yang diterapkan melalui tahapan tertentu yang dimaksudkan untuk memecahkan persoalan yang timbul dan memperbaiki suatu keadaan tertentu ataupun proses tertentu yang terjadi masyarakat. Inovasi diartikan penemuan dimaknai sebagai sesuatu yang baru bagi seseorang atau kelompok orang baik berupa discovery maupun invensi untuk mencapai tujuan atau untuk memecahkan masalah tertentu. dalam inovasi tercakup discovery dan invensi. kata kunci lainnya dalam pengertian inovasi adalah baru. Santoso S. Hamijoyo dalam Cece Wijaya dkk (1992:6) menjabarkan bahwa kata baru diartikan sebagai apa saja yang belum dipahami, diterima atau dilaksanakan oleh sipenerima pembaharuan, meskipun mungkin bukan baru lagi bagi orang lain. akan tetapi, yang lebih penting dari sifatnya yang baru adalh sifat kualitatif yang berbeda dari sebelumnya. Kualitatif berarti bahwa inovasi itu memungkinkan adanya reorganisasi atau pengaturan kembali dalam bidang yang mendapat inovasi. Kita berada di tengah-tengah samudera inovasi. Karena inovasi mencakup beberapa bidang yakni bidang ekonomi, politik, teknologi, pendidikan, dan masih banyak lagi. Terakhir pengertian inovasi menurut Koentjaraningrat adalah suatu proses pembaharuan dari penggunaan sumber-sumber alam, energi, dan modal pengaturan baru dari tenaga kerja dan penggunaan teknologi baru yang semua akan menyebabkan adanya sistem produksi, dan dibuatnya produk-produk yang baru. Dengan demikian inovasi itu mengenai pembaruan kebudayaan yang khusus mengenai teknologi dan ekonomi. Proses inovasi sangat erat kaitannya dengan penemuan baru dalam teknologi. Suatu penemuan biasanya juga merupakan suatu proses sosial yang panjang yang melalui dua tahap khusus, yaitu discovery dan invention. Suatu discovery adalah suatu penemuan dari suatu unsur kebudayaan yang baru, baik yang berupa suatu alat baru, ide baru yang diciptakan oleh seseorang individu, atau suatu rangkaian dari beberapa individu dalam masyarakat yang bersangutan. Discovery baru menjadi invention apabila masyarakat sudah mengakui, menerima dan menerapkan penemuan baru itu. Sebagai contoh dari inovasi adalah perubahan pandangan dari geosentrisme menjadi heliosentrisme dalam astronomi. Nicolaus Copernicus memerlukan waktu bertahun-tahun guna melakukan pengamatan dan perhitungan untuk menyatakan bahwa bumi berputar pada porosnya, bahwa bulan berputar mengelilingi matahari dan bumi, bahwa planet-planet lain juga berputar mengelilingi matahari. Kesalahan besar yang ia lakukan adalah bahwa ia yakin semua planet termasuk (bumi dan bulan) mengelilingi matahari dalam bentuk lingkaran. Penemuan ini menggugah Tycho Brahe melakukan pengamatan lebih teliti terhadap gerakan planet. Data pengamatan kemudian membuat Johanes Kepler akhirnya mampu merumuskan hukum-hukum gerak planet yang tepat. Penemuan tiga tokoh tersebut merupakan “discovery”. Sedangkan invent yang dalam kamus didefinisikan sebagai penciptaan sesuatu yang baru yang tidak pernah ada sebelumya. contoh invention adalah penemuan Thomas Alva Edison (1847-1931), yaitu penemuan perekam suara elektronik, penyempurnaan mesin telegram yang secara otomatis mencetak huruf mesin, mesin piringan hitam, dan pengembangan bola lampu pijar. Para ahli sarjana menyebutkan faktor-faktor pendorong bagi individu dalam suatu masyarakat untuk memulai dan mengembangkan penemuan-penemuan baru, yakni :
    1. Kesadaran para individu akan kekurangan dalam kebudayaan.
    Di tiap masyarakat banyak individu yang sadar akan kekurangan dalam kebudayaan mereka di antaranya banyak juga yang menerima kekurangan-kekurangan itu tapi ada pula yang merasa tidak puas dengan kekurangan tersebut. Individu yang tidak puas tapi berkesan pasif atau tidak mampu berbuat apa-apa. Berlawanan dengan itu individu yang aktif yang selalu berusaha untuk berbuat sesuatu paling tidak sedikit demi sedikit memperbaiki kekurangan-kekurangan tersebut. Individu yang merasa tidak puas artinya mereka sadar akan kekurangan-kekurangan disekelilingnya. Individu yang merasa tidak puas tapi aktif inilah yang menjadi latar belakang munculnya para pencipta dari penemuan-penemuan baru, baik yang bersifat discovery maupun bersifat invention.
    2. Mutu dari keahlian dalam suatu kebudayaan.
    Seorang ahli (dalam arti luas segala pekerjaan yang mungkin terdapat pada suatu masyarakat) selalu berusaha memperbaiki kekurangan-kekurangan dari hasil karyanya, dan dalam proses perbaikan itu akan tercapai hasil yang sebelumnya tidak pernah dicapai oleh ahli lain. Itu yang akan memunculkan suatu inovasi dan penemuan baru.
    3. Sistem perangsang bagi aktifitas pencipta dengan masyarakat.
    Adanya iming-iming sesuatu yang akan didapat yang tentunya yang akan mengangkat derajad, harkat, dan martabat orang yang menciptakan penemuan-penemuan baru berupa materil (harta benda) maupun immateril (penghormatan dari umum/masyarakat, kedudukan yang tinggi dll).
    Kecepatan proses penerimaan suatu inovasi yang disebarkan kepada masyarakat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni :
    1.Sifat inovasi.
    Beberapa sifat dari inovasi yang berpengaruh terhadap proses penerimaan suatu inovasi adalah
    a. Tingkat keuntungan relatif dari inovasi tersebut. Semakin tinggi tingkat keuntungan relatif semakin cepat pula teknologi tersebut diterima oleh masyarakat.
    b. Tingkat kesesuaian dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. Semakin tinggi tingkat kesesuaian dengan nilai-nilai yang ada masyarakat, semakin cepat pula inovasi tersebut diterima.
    c. Tingkat kerumitan dari inovasi ( complexity) dari inovasi yang akan disebarkan. Semakin tinggi tingkat kerumitan dari inovasi, semakin sulit diterima oleh masyarakat.
    d. Tingkat mudah diperagakan (triability) dari inovasi yang akan disebarkan. Semakin tinggi tingkat kemudahan diperagakan dari inovasi yang akan disebarkan, semakin mudah inovasi itu diterima masyarakat.
    e. Tingkat kemudahan dilihat dari hasilnya (observability). Semakin tinggi tingkat observability semakin mudah inovasi tersebut diterima oleh masyarakat.
    2. Saluran komunikasi yang digunakan.
    Kecepatan diterimanya suatu inovasi oleh masyarakat, sangat dipengaruhi pula oleh saluran komunikasi yang digunakan. ada beberapa saluran komunikasi yang dapat dipilih yaitu:
    a. Melalui media massa seperti TV, koran, majalah, dan sebagainya.
    b.Melalui saluran tatap muka (inter personal).
    Pada kondisi masyarakat pedesaan yang ada pada saat ini, penyampaian inovasi pada masyarakat pedesaan melalui media massa rasanya belum efektif, karena jangkauan masyarakat pedesaan pada media massa masih relatif rendah. Oleh karena itu, akan lebih efektif apabila proses penyampaian inovasi pada masyarakat digunakan saluran inter personal. 3. Keadaan masyarakat yang akan menerima inovasi tersebut.
    Kondisi masyarakat yang akan menerima inovasi yang disampaikan ikut berpengaruh terhadap kecepatan diterimanya inovasi tersebut. Secara teoritis masyarakat yang mempunyai ciri modern akan lebih cepat menerima inovasi dibandingkan masyarakat yang berciri tradisional.
    4. Peranan penyuluh.
    Dalam proses penyebaran inovasi pada masyarakat, penyuluh berfungsi sebagai pemrakarsa yang tugas utamanya membawa gagaan-gagasan baru. beberapa peranan yang harus dilakukan penyuluh agar proses penyebaran inovasi dapat berjalan efektif adalah :
    a. Menumbuhkan kebutuhan untuk berubah.
    b. Membangun hubungan untuk perubahan.
    hubungan ini tentunya harus terbina di antara sasaran perubahan (klien) dan penyuluh.
    c. Diagnosa dan penjelasan masalah yang dihadapi klien.
    Gejala-gejala dari masalah yang dihadapi haruslah diketahui dan dirumuskan menjadi masalah bersama sasaran perubahan.
    d. Mencari alternatif pemecahan masalah.
    Selain itu tujuan dari perubahan harus juga ditetapkan dan tekad untuk bertindak harus ditumbuhkan.
    e. Mengorganisasikan dan menggerakkan masyarakat ke arah perubahan.
    f. Perluasan dan pemantapan perubahan.
    g. Memutuskan hubungan antara klien dan penyuluh untuk perubahan itu.
    Hal itu diperlukan untuk mencegah timbulnya sikap ketergantungan masyarakat pada penyuluh.
    5. Jenis pengambilan keputusan.
    Perubahan dapat terjadi apabila terdapat keputusan untuk melakukan perubahan. Berbagai macam keputusan yang diambil dalam proses pembaharuan, pada hakekatnya dikelompokan dalam tiga katagori yaitu :
    a. Keputusan perorangan (individual decision).
    b. Keputusan bersama (collective decision).
    c. Keputusan penguasa (authority decision)
    Apabila ditinjau dari segi kecepatan di dalam proses penerimaan suatu inovasi, maka tipe pengambilan keputusan secara authority akan menduduki yang tercepat, sedangkan pengambilan secara kolektif yang paling lambat. Jadi dari beberapa pendapat tentang inovasi tersebut dapat disimpulkan bahwa inovasi itu adalah memperkenalkan hal yang baru, discovery adalah penemuan sesuatu yang sebenarnya telah ada sebelumnya, dan invention yakni menciptakan sesuatu yang baru yang tidak pernah ada sebelumnya. Segala sesuatu yang baru tidak semuanya dikatakan sebagai sebuah inovasi. Sesuatu dikatakan sebuah inovasi ketika pembaharuan tersebut memiliki kualitas yang lebih baik dan dapat dirasakan manfaatnya bagi individu atau kelompok, meskipun sesatu yang baru itu tidak dikatakan baru oleh seseorang tetapi dirasa baru oleh pihak lain. Dengan adanya inovasi menimbulkan orang termotivasi untuk berpikir kreatif dan menimbulkan keinginan untuk membuat sesuatu yang baru menuju suatu perbaikan. Inovasi dilakukan bukan semata-mata untuk trend atau iseng, namun inovasi dilakukan pastilah memiliki tujuan, dan tujuan tersebut ialah untuk tercapainya suatu perubahan mengarah pada yang lebih baik.

Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.